Pajak Dan Perpajakan Yang Berlaku Saat ini

Pajak Dan Perpajakan Yang Berlaku Saat ini

Kantor Konsultan Pajak Jakarta – Mengapa pajak dibutuhkan Setiap Pemerintah membutuhkan sumber daya untuk menjalankan pemerintahan negara. Pajak dipungut karena sejarah pemerintahan dimulai dengan peraturan raja. Ini adalah sistem pengumpulan dan distribusi surplus yang dimiliki oleh orang kaya bagi masyarakat miskin di masyarakat. Ini juga bertujuan untuk pengembangan infrastruktur dan investasi dalam kesejahteraan warganya. Namun, kemajuan suatu negara dapat diukur dengan administrasi yang efisien dan efektif daripada dengan kuantum pajak yang dikumpulkan dari konstituennya. Ada negara-negara yang memungut pajak dengan segala cara yang mungkin, namun membelanjakannya secara tidak produktif untuk skema populis sehingga bank pemungutan suara tetap berada dalam fokus dan sebagian terkuras melalui korupsi. Tidak ada pajak yang harus dipungut atau dikumpulkan kecuali oleh otoritas hukum negara.Implementasi FATCA telah berkembang sejak diundangkannya undang-undang tersebut, namun jelas bahwa implikasi seputar rezim baru ini sangat luas untuk FI asing.

Jenis Pajak Berdasarkan pungutan tersebut, pajak diklasifikasikan sebagai pajak pemerintah Pusat, Negara Bagian dan Daerah. Bergantung pada waktunya, mereka bisa menjadi pajak Retrospektif, Segera, dan Calon. Sekali lagi melihat metode perpajakan, mereka bisa dikelompokkan sebagai pajak langsung dan tidak langsung. Yang satu mempengaruhi seseorang secara langsung seperti pajak penghasilan dan pajak penjualan yang dikenal sebagai pajak langsung. Bila pajak tersebut menghasilkan dampak tidak langsung terhadap warga negara seperti bea cukai, pajak jasa, dan cukai, maka pajak tidak langsung.

Apakah tujuan perpajakan dilayani Dari buaian ke pemakaman, setiap warga membayar pajak dari satu jenis atau lainnya. Apakah layanan itu diberikan atau tidak, pajak harus dibayar. Terkadang, pajak air dikumpulkan bahkan sebelum otoritas yang bersangkutan meletakkan pipa dan air mengalir ke rumah tangga. Seseorang atau bisnis membayar sejumlah pajak untuk pendidikan, tanah, rumah, air, produksi, konsumsi, hiburan, profesi, penjualan, layanan, pendapatan, pengeluaran, keuntungan dan kekayaan. Pembayaran non-pembayaran atau penundaan pajak akan menarik beban lain dalam bentuk bunga dan denda yang mungkin termasuk perampasan aset dan atau pemenjaraan. Dengan kata lain, pajak pemerintah menghapus perbedaan antara orang miskin dan makmur.

Setiap pemerintah menghasilkan pajak baru sementara penggunaan pajak yang ada tetap menjadi tanda tanya besar. Rezim Inggris memberlakukannya di koloni mereka karena mengisi pundi-pundi kekaisaran. Negara-negara merdeka sekarang mengelola pajak yang sama dengan segala cara yang mungkin dengan nama menambah pendapatan kepada pemerintah, namun para penguasa memperkaya diri mereka untuk hidup seperti raja-raja modern yang masing-masing memelihara kelompok dan faksi mereka sendiri.

Pemerintah yang bersih dan efisien akan memungut pajak yang lebih sedikit, namun memberikan kesejahteraan lebih bagi penduduk negara tersebut.

Tinggalkan Balasan

Comment
Name*
Mail*
Website*